• OFFICIAL MIN 2 SUKABUMI
  • Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia

KKG MIN 2 Sukabumi Perkuat Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Transformasi Pendidikan Madrasah di Era AI

Sukabumi, Selasa, 25 Agustus 2026 — Kelompok Kerja Guru (KKG) MIN 2 Sukabumi terus mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru melalui kegiatan penguatan Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang dilaksanakan di Pondok Mutiara, Surade, Kabupaten Sukabumi, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang strategis bagi para guru untuk memperkuat pemahaman terhadap arah transformasi pendidikan madrasah, sekaligus membangun kesiapan menghadapi perubahan dunia pendidikan di tengah perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI).

Hadir sebagai narasumber, Dr. H. Widad Arifin, M.Ed. yang memberikan penguatan mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menghadirkan nilai-nilai cinta, kepedulian, keteladanan, dan penghargaan dalam seluruh proses pendidikan.

Kurikulum Berbasis Cinta diharapkan tidak sekadar menjadi konsep, tetapi mampu diwujudkan dalam praktik pembelajaran yang humanis dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Guru memiliki posisi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk tumbuh secara akademik sekaligus memiliki akhlak dan karakter yang baik.

Sementara itu, Deni Oktakiawan, S.Pd., Gr., M.M.Inov menyampaikan materi mengenai transformasi pendidikan madrasah di era Artificial Intelligence (AI). Materi tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan guru agar mampu merespons perkembangan teknologi secara adaptif, kritis, dan bertanggung jawab.

Dalam pemaparannya, Deni menekankan bahwa perkembangan AI membawa perubahan terhadap berbagai aspek pendidikan, mulai dari cara guru merancang pembelajaran, mencari dan mengolah informasi, membuat bahan ajar, melakukan asesmen, hingga memberikan pengalaman belajar yang lebih personal kepada peserta didik.

Namun demikian, pemanfaatan AI dalam pendidikan tidak dapat menggantikan peran guru. Teknologi harus ditempatkan sebagai alat yang membantu meningkatkan kualitas pembelajaran, sementara guru tetap menjadi figur utama dalam memberikan arahan, keteladanan, pendampingan, serta penguatan nilai dan karakter.

“Transformasi pendidikan madrasah di era AI bukan berarti menggantikan peran guru dengan teknologi. Justru guru harus semakin adaptif dan mampu memanfaatkan AI sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sementara nilai-nilai kemanusiaan, karakter, akhlak, dan keteladanan tetap menjadi fondasi utama pendidikan,” ujar Deni Oktakiawan, S.Pd., Gr., M.M.Inov.

Menurutnya, kehadiran AI juga menuntut guru untuk meningkatkan literasi digital dan memiliki kemampuan berpikir kritis dalam memanfaatkan teknologi. Guru perlu memahami bahwa tidak semua informasi yang dihasilkan teknologi dapat diterima begitu saja, sehingga diperlukan proses verifikasi, pertimbangan etis, dan penyesuaian dengan kebutuhan peserta didik serta nilai-nilai pendidikan madrasah.

Transformasi tersebut juga harus tetap berjalan dalam koridor Kurikulum Berbasis Cinta. Kemajuan teknologi diharapkan tidak membuat proses pendidikan kehilangan sentuhan kemanusiaan. Sebaliknya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kreativitas guru dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.

Kegiatan KKG ini menjadi momentum bagi para guru MIN 2 Sukabumi untuk membangun kesiapan menghadapi perubahan pendidikan yang semakin dinamis. Kolaborasi, peningkatan kompetensi, literasi digital, dan penguatan karakter menjadi sejumlah aspek penting yang perlu terus dikembangkan oleh pendidik madrasah.

Melalui kegiatan tersebut, KKG MIN 2 Sukabumi diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan profesional guru yang responsif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai pendidikan madrasah.

Dengan mengintegrasikan Kurikulum Berbasis Cinta, kompetensi pedagogis, literasi digital, dan pemanfaatan AI secara bijak, madrasah diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, kepedulian, kreativitas, serta kemampuan beradaptasi dengan tantangan masa depan.

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
SEMARAK HARI PERTAMA MATAMUDA MIN 2 SUKABUMI, SAMBUT TP. 2026/2027 DENGAN PENUH SEMANGAT

Humas — Suasana penuh keceriaan dan semangat mewarnai hari pertama kegiatan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) MIN 2 Sukabumi Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).

22/08/2026 15:22 - Oleh Administrator - Dilihat 19 kali
Pramuka MIN 2 Sukabumi Raih Tujuh Prestasi di LT II Kwarran Surade

Surade (KEMENAG) Kontingen Pramuka MIN 2 Sukabumi berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam Lomba Tingkat II (LT II) dan Perkemahan Hari Pramuka ke-65 Tingkat Kwartir Ranting (Kw

22/08/2026 15:15 - Oleh Administrator - Dilihat 20 kali